BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Selain menjadi korban bullying, anak berkebutuhan khusus seperti autis seringkali dianggap gila oleh masyarakat. Karena sikap mereka yang terkadang tertawa atau marah secara tiba-tiba.
Sri Wahyuni, Pimpinan Lembaga dan juga guru Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bina Warga, Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mengatakan, anggapan tersebut tersebut tentunya sangat menyakitkan hati.
"Karena adanya hambatan komunikasi dan interaksi sosial tersebut, membuat mereka terkesan hidup di dunianya sendiri," ujarnya, Selasa (4/4/2017).
Karena itulah, lanjutnya, dalam PKBM yang dipimpinnya juga terdapat sekolah yang spesial bagi anak-anak yang berkebutuhan khusus. "Jadi dalam PKBM Bina warga, kita juga melatih bagaimana anak normal bisa berinteraksi dengan anak berkebutuhan khusus. Karena tidak sepantasnya dan sangat menyakitkan bila mereka menjadi korban bullying dan di cap gila oleh orang yang dianggap normal," ujarnya. (WAHYU KRIDA/B-2)
Penderita Autis Bukan Orang Gila
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Pria di Sampit Dilaporkan ke Polres Kotim atas Kasus Asusila terhadap Anak 8 Tahun
Penerbangan di Kalteng Terdampak Karhutla, Kemenhub Minta Penumpang Rutin Cek Jadwal
Komentar (0)
Memuat komentar…







