BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Mata pelajaran Matematika masih menjadi momok menakutkan bagi siswa. Bahkan, sejumlah sekolah menerapkan batas standar kelulusan minimal (SKM) sangat rendah.
"Kami memasang standar lebih rendah jika dibandingkan dengan pelajaran lain seperti Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris," beber Wakil Kepala SMK Negeri 1 Pangkalan Bun Bagian Kurikulum, Luluk Choiriyah kepada Borneonews, Selasa (4/4/2017).
Sebagai penentu kelulusan siswa, mata pelajaran Matematika diujikan di ujian sekolah berstandar nasional (USBN), banyak guru khawatir pelajaran ini bisa menjatuhkan siswa. "Kami khawatir kalau tentukan batas tinggi, siswa bisa tidak lulus. Apalagi, kan ada beberapa siswa yang rawan, tidak teliti mengerjakan," ujarnya.
Berdasarkan ketentuan Pedoman Operasional Standar (POS) USBN, nilai kelulusan USBN ditentukan dari masing-masing sekolah. Kelulusan ditetapkan melalui rapat dewan guru yang mencakup nilai minimum tiap mata pelajaran dan nilai rata-rata ketiga mata pelajaran. "Kelulusan USBN ini digunakan sebagai salah satu pertimbangan penentuan kelulusan siswa dari satuan pendidikan," tandasnya. (FAHRUDDIN FITRIYA/B-2)








