BORNEONEWS, Sampit - Festival Budaya Habaring Hurung yang di laksanakan di Kota Sampit untuk pertama kalinya mengadakan lomba malamang, yakni memasak beras ketan yang dimasukkan ke dalam bambu.

Ketua panitia, Pungkal menerangkan, malamang diikutsertakan dalam lomba karena menyesuaikan dengan lomba yang akan dikompetisikan pada Festival Budaya Isen Mulang nanti.

"Jadi nanti pemenang dari malamang tingkat kabupaten ini akan mewakili Kotim ke tingkat provinsi," terang Pungkal, Senin (4/4/2017).

Pada lomba malamang tingkat kabupaten diikuti sebanyak tujuh kelompok, satu kelompok berjumlah 5 orang. Peserta berasal dari Baamang, Kota Besi, Cempaga, dan Bukit Santuai.

Sedangkan penilaian ada beberapa kriteria, yakni cara penyajian, kebersihan, teknik memasak, waktu memasak, hingga penampilan atau busana peserta, dan yang paling penting juga cita rasanya.

"Kita memperhatikan kebersihannya dari sejak awal memasak sampai penyajiannya. Begitu juga dengan cara memasukkan lambang ke dalam bambu, apakah dengan tangan atau sendok sendok, tingkat kematangannya, jangan sampai gosong atau masih mentah," sebut Pungkal. (NOOR ANNISA/B-5)