BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) kekurangan tenaga pendamping desa. Idealnya salam satu kabupaten ada 31 tenaga pendamping. Namun, di Kobar hanya memiliki 18 orang pendamping desa saja.

"Masih kurang, jumlah tenaga pendamping lokal desa harusnya 23 yang ada 12 orang, kurang 11," kata Kepala Bidang Pemberdayaan Usahan Ekonomi dan Masyarakat, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kobar Roomhendi, Rabu (5/4/2017).

Selain itu, jumlah tenaga pendamping desa yang bekerja di kecamatan harusnya 12 orang, tapi yang ada hanya empat orang saja. "Tenaga pendamping di kabupaten atau tenaga pendamping profesional harusnya enam orang yang ada dua orang," katanya.

Ia menerangkan, kekurangan tenaga pendamping ini karena banyak yang mengundurkan diri. Alasannya, domisili mereka tidak berada di desa sesuai penempatannya. "Mereka banyak yang mengundurkan diri karena jauh dari tempat tinggal. Selain itu juga alasannya karena gaji yang mereka minim," ucapnya.

Ia berharap dengan kurangnya tenaga pendamping ini, masyarakat bisa mendaftarkan dan ikut seleksi. "Domisili harus sesuai desa yang dibutuhkan, kemudian mereka minimal punya pengalaman berorganisasi atau menjadi ketua karang taruna di desanya minimal dua tahun," kata dia.

Penerimaan pendamping desa akan dilakukan antara bulan September dan Oktober 2017. (CECEP HERDI/B-2)