BORNEONEWS, Muara Teweh – Petugas Kejaksaan Negeri Muara Teweh dipimpin Kasi Intel Bernard Purba mendatangi lokasi proyek pembangunan RSUD Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, yang menelan dana hingga puluhan miliar rupiah, Rabu (5/4/2017).

Kedatangan petugas kejaksaan didampingi Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Perumah Rakyat (PUPR) Dolly. Selain itu, terlihat pula KTT PT Jaya Kontruksi Jhoni dan manajemen kontruksi (MK) pembangunan rumah sakit, Budi Wicaksono.

“Kedatangan kita untuk menanyakan progres pembanguan RSUD Muara Teweh. Sebab sampai dengan saat ini belum ada laporan yang kita terima terkait pembangunan rumah sakit ini, serta juga mengingatkan agar rekanan dapat menjaga kualitas proyek yang dilaksanakannya,” ujar Bernard.

Ia turut pula menekankan agar administrasi dari proyek itu benar-benar dikerjakan sehingga sesuai dengan yang diharapkan bersama.

Untuk laporan progres perkembangan pembangunaan, ia juga meminta agar disampaikan rutin ke Kejaksaan Negeri. “Proyek ini kita harapkan berhasil dilaksanakan, dan jangan sampai banyak mendapat keluah dari masyarakat,” katanya.

Berdasarkan target yang ditetapkan Pemkab Barito Utara, pembangunan Wing A RSUD Muara Teweh sudah harus selesai sebelum 31 Desember 2017. Bangunan itu didesign bertingkat lima. Namun lantaran keterbatasan anggaran, hanya lantai satu hingga empat saja yang akan fungsional. Sedangkan untuk lantai lima masih perlu pekerjaan lanjutan agar juga dapat digunakan. (RAMADHANI/B-3)