BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Hari ini hingga dua hari ke depan, yakni 6-8 April 2017 di wilayah Indonesia berpotensi hujan lebat. Diperkirakan, hujan hampir merata di seluruh wilayah Indonesia.

"Dari rilis yang dikeluarkan BMKG Pusat kondisi dinamika atmosfer terkini menunjukkan adanya pembentukan pusat tekanan rendah di perairan Selatan Jawa, Laut Aru dan di Papua Nugini yang membentuk daerah pumpunan angin memanjang dari Pesisir Barat Sumatera, Sumatera bagian Selatan, Laut Jawa hingga Jawa bagian Timur dan dari Maluku hingga Papua bagian Selatan," jelas Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pangkalan Bun Lukman Soleh, Kamis (6/4/2017).

Sementara itu, lanjutnya, suhu muka laut hangat diidentifikasi terjadi di wilayah perairan sekitar Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua. "Hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya peningkatan potensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang ataupun hujan ringan/sedang berdurasi lama di Pesisir Barat Sumatera, Sumatera utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Sumatera Selatan, Banten, Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, Maluku, Papua Barat dan Papua," ujarnya.

Walau Kabupaten Kotawaringin barat (Kobar) berdasarkan prakiraan ini tidak secara langsung tercatat sebagai daerah yang memiliki potensi hujan lebat dan petir, tetap terkena dampak pengaruh cuaca tersebut. "Berdasarkan citra radar cuaca Kamis (6/4/2017) pukul 06.0 WIB, terpantau awan Cumulunimbus (CB) penyebab hujan di arah barat daya teluk Kumai. Awan ini bergerak menuju timur laut yang berpotensi menyebabkan hujan di pangkalan Bun dan sekitarnya pada siang hari," ujarnya. (WAHYU KRIDA/B-2)