BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Nasib malang dialami pasangan Jumiyati dan Syamsuddin, warga yang sejatinya berasal dari kalangan kurang mampu (miskin) itu tetap dipaksa membayar denda tunggakan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
Orang tua anak pengidap penyakit Hidrosifalus itu bahkan nyaris gagal memberikan pengobatan bagi buah hatinya, Dede Rahadi Prasetya (3). Pasalnya, biaya operasi baru bisa ditanggung BPJS setelah mereka membayar denda tunggakan yang mencapai Rp6 Juta lebih. “Bagaimana kami bisa membayarnya, iuran bulanan saja kami tidak mampu bayar,” ungkap Jumiyati saat ditemui Borneonews, Kamis (6/4/2017).
Sudah berbagai cara ia tempuh agar anaknya mendapat pengobatan gratis, namun usahanya sia-sia. Padahal, Jumiyati mengaku sudah mendapat surat keterangan tidak mampu (SKTM) dari pihak desa dan rekomendasi dari Dinas Kesehatan setempat. “Saya sudah ajukan Jaminan Kesehatan Masyarakat miskin, tetapi tetap tidak bisa. Kata petugasnya, tetap harus bayar tunggakan dan denda dulu,” bebernya.
Karena gagal mendapat pelayanan pengobatan gratis bagi masyarakat miskin, ia bersama suami memutuskan untuk merawat Dede Rahadi Prasetya yang telah menderita Hidrosefalus sejak lahir itu di rumahnya, Desa Sebukat Sebukat, Kecamatan Kumai. “Yah bagaimana lagi, kami rawat di rumah saja,” ucapnya.
Beruntung, sekolompok relawan dari Pemuda dan Komunitas Musisi Kabupaten Kotawaringin Barat menawarkan bantuan. Mereka menggalang dana untuk meringankan beban orang tua Dede Rahadi Prasetya. Dari hasil penggalangan dana yang dilakukan, hasilnya digunakan untuk membayar denda dan tunggakan BPJS. Selanjutnya, Dede Rahadi Prasetya dikirim ke Rumah Sakit Tlogorejo Semarang (Jawa Tengah) untuk menjalani operasi. (FAHRUDDIN FITRIYA/B-2)
Gagal Paham, Warga Miskin Didenda BPJS hingga Rp6 Juta
Redaksi
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Indeks Kualitas Udara Palangka Raya Capai 1.506, Masuk Kategori Berbahaya
Penyelundupan 65 Cartridge Diduga Etomidate di Rutan Salemba Digagalkan
NU Kalteng Ingatkan Penyampaian Aspirasi Harus Santun dan Jaga Persatuan
LDII Kalteng Tekankan Gotong Royong untuk Penanganan Karhutla
Agustiar Sabran Ajak Tokoh Lintas Agama Perkuat Persatuan Hadapi Karhutla
Bupati Kobar Bermalam di TNTP, Tinjau Pemadaman Karhutla dan Kebutuhan Relawan
Komentar (0)
Memuat komentar…







