BORNEONEWS, Palangka Raya – Koordinasi pembangunan sanitasi di Provinsi Kalimantan tengah mendapat kritik dari Penjabat Sekretaris Daerah, Sahrin Daulay, karena pelaksanaan koordinasi terkesan lambat.

Ada dua sebenarnya yang disesalkan Sahrin. Selain pelaksanaan lambat dilakukan, hal kedua adalah terkait pemaparan yang disampaikan pelaksana program. Selain data sudah terlalu berselang lama, juga terlihat kurang persiapan.

“Ini sudah April. Sepatutnya pada akhir tahun atau Desember kemarin dilakukan agar seirama dengan pembahasan anggaran 2017 atau paling lambat Februari,” terang Sahrin seusai membuka Kick of Meeting Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP), Jumat (7/4/2017).

Sementara terkait pemaparan, Sahrin menangkap kesan pemapar tidak siap. Begitu menjelaskan ada beberapa pertanyaan sederhana yang diutarakan Sahrin tidak mampu terjawab dengan jelas. Pun begitu, beberapa data masih kondisi 2014 dan berbanding target 2019.

Sedangkan kondisi eksisting (2016 dan 2017) masih belum terpampang. Beberapa peserta dari kabupaten/kota di Kalteng itu pun juga gelagapan dan terlihat kurang menguasai.

“Pemaparannya tadi begitu. Seharusnya, jauh hari sebelum memaparkan harus dipelajari agar saat presentasi bisa menguasai,” ungkap Sahrin menuturkan rasa kecewanya.

“Saya ada beberapa agenda lain diwaktu bersamaan tadi, cuma memang saya melihat ini oenting dan harus ada penekanan yang harus disampaikan terkait perencanaan dan target, saya ingin hadir langsung di kick-off ini,” tambahnya.

Diantara pejabat yang ditemui Boneonews.co,id menduga pejabat baik yang mempresentasikan maupun pejabat yang berasal dari pemerintah kabupaten/kota adalah sosok baru dan satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) baru saat pelantikan akhir 2016, sehingga kurang menguasai.

Sementara Kepala Bappedalitbang Kalteng, Yuren S Bahat mengakui banyak pejabat banyak baru dan struktur baru sehingga harus belajar dan menelaah.

“Bidang sanitasi dulu ada di dinas pekerjaan umum, sekarang ikut di Dinas Permukiman dan Perumahan yang adalah dinas baru dan dijabat orang baru pula,” terangnya. (ROZIQIN/B-6)