BORNEONEWS, Palangka Raya - Program percepatan pembangunan sanitasi permukiman (PPSP) di Kalimantan Tengah (Kalteng) melibatkan tujuh instansi dan satuan kerja (Satker).
Mereka dihadirkan pada Kick of Meeting PPSP di aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappedalitbang) Kalteng Jalan Diponegoro, Palangka Raya, Jumat (7/4/2017).
Tujuh instansi itu adalah Bappedalitbang, dinas kesehatan, dinas pekerjaan umum dan tata ruang (PUTR), dinas lingkungan hidup, dinas pendidikan, dinas pemberdayaan masyarakat desa, serta Satker Sistem Penyehatan Lingkungan Permukiman (PSLP) dan Pokja Sanitasi dan Air Minum kabupaten/kota.
“Saya memandang kikc off ini memiliki makna penting dan menjadi momentum untuk kita memberi perhatian lebih dan menjadi salah satu program prioritas pembangunan di Kalteng,”ucap Penjabat Sekda Kalteng, Sahrin Daulay.
Menurut Sahrin, pembangunan sanitasi merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi. Pertumbuhan kebutuhan akan pelayanan sanitasi seiring dengan perkembangan penduduk saat ini semakin suit dikejar dan dipenuhi tanpa adanya terobosan penanganan yang serius dan menjadikan prioritas pembangunan di sektor sanitasi.
Dalam program PPSP, pembentukan Pokja Sanitasi oleh pemerintah daerah, pengurus dan anggota dipilih dari perwakilan SKPD dengan sektor sanitasi.
Hal ini diharapkan terwujudnya sinergitas dan keterpaduan antar sub-sektor dan SOPD di daerah. Sayang, pada saat kick off PPSP itu Sahrin dikecewakan dengan ketidaksiapan pengurus program tersebut dalam pemaparan. (ROZIQIN/B-6)








