BORNEONEWS, Palangka Raya - Program percepatan pembangunan sanitasi permukiman (PPSP) di Kalimantan Tengah melibatkan sedikitnya tujuh instansi dan satuan kerja. Mereka dihadirkan pada Kick Off Meeting PPSP di Aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappedalitbang) Kalteng, Jalan Diponegoro, Palangka Raya, Jumat (7/4/2017).
Lalu apa tujuan kick off ini?
“Tujuan Kick Off Meeting Provinsi adalah pertama, menandai dimulainya pelaksanaan program PPSP 2017. Lalu, untuk menyusun rencana kerja pelaksanaan program PPSP di Kabupaten/kota. Ketiga, internalisasi strategi sanitasi kabupaten (SSK) dalam proses perencanaan dan penganggaran,” ungkap Kepala Bappedalitbang Kalteng Yuren S Bahat.
Tujuan kick off yang keempat, yakni untuk pemutakhiran SSK dokumen perencanaan dan peningkatan kualitas dokumen perencanaan. Kelima, implementasi perencanaan yang telah disusun dalam dokumen perencanaan sanitasi. Dan terakhir, sebagai pembekalan awal untuk kabupaten/kota.
Sementara itu, Penjabat Sekda Kalteng Sahrin Daulay, mengungkapkan bahwa akses aman sanitasi di Indonesia masih belum memadai. Hal itu ditunjukkan oleh data akses masyarakat terhadap sanitasi yang layak di Indonesia baru mencapai angka 67,2% pada 2016. Sedangkan target dan sasaran universal acces yang ditetapkan pemerintah adalah 100 persen pada 2019.
Lalu bagaimana di Kalteng?
Ternyata, porsi rumah tangga dengan sanitasi layak hanya sekitar 35,88 persen. Sedangkan porsi rumah tangga dengan air minum layak hanya 57,01 persen.
“Kondisi ini tidak mudah untuk dicapai dan tentunya pemerintah tidak bisa hanya berpangku tangan. Salah satunya dengan percepatan PPSP ini,” kata Sahrin Daulay. (ROZIQIN/B-3)








