BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Mencegah penularan HIV/AIDS dari ibu hamil kepada bayinya, seluruh bidan di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) dibekali kemampuan Voluntary Counseling and Testing (VCT).

Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kobar, Erfin Hidayat menyebut, kelompok perempuan dari populasi umum, seperti ibu rumah tangga dan ibu hamil, secara sosial bukan kelompok yang berisiko. “Tetapi ternyata mendapat penyakit menular itu dari pasangannya dan fenomena peningkatan ini terjadi,” ungkap Erfin kepada Borneonews, Jumat (7/4/2017).

Pembekalan VCT, sambung dia, merupakan upaya pencegahan penularan dari ibu ke anak (PPIA) dengan menganjurkan ibu hamil menjalani tes pemeriksaan HIV atau voluntary counselling test/VCT melalui bidan-bidan yang tersebar di seluruh Kabupaten Kobar.

Menurut Arfin, dengan semua ibu hamil mau menjalani pemeriksaan HIV/AIDS, maka dapat segera dilakukan pengobatan berupa pemberian ARV sehingga tidak sampai menular pada bayi yang dilahirkan. “Kami sudah melatih para bidan agar mampu melakukan pemeriksaan HIV/AIDS tersebut, termasuk kami juga mengimbau para bidan desa untuk melayani konseling ibu hamil agar mau diperiksa VCT,” ucapnya.

Sementara, pihaknya mengaku akan terus berupaya untuk memeriksa kelompok penderita yang berisiko tinggi seperti pekerja seks komersial untuk membongkar fenomena gunung es penularan HIV/AIDS.

Dengan demikian, imbuh dia, kelompok berisiko tinggi ini bisa segera diberikan terapi ARV agar penularan HIV/AIDS berkurang dan target ‘getting three zeroes’ bisa didapatkan, yakni menurunkan jumlah kasus baru, menurunkan angka kematian akibat HIV/AIDS dan menurunkan stigma dan diskriminasi terhadap penderita HIV/AIDS. (FAHRUDDIN FITRIYA/B-10)