BORNEONEWS, Palangka Raya – Saat ini capaian rumah tangga bersanitasi di Kalimantan Tengah baru sekitar 77 persen. Target itu tahun ini ditingkatkan menjadi 87 persen.

Berangkat dari itulah, Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng Sahrin Daulay mengajak semua pihak yakni tujuh instansi, termasuk satker di kabupaten/kota, untuk melakukan percepatan pembangunan sanitasi permukiman (PPSP).

“Di RPJMD kita ada target rumah tangga bersanitasi sebesar 87 persen pada 2017. Nah mari kita sesuaikan angka kita di sini sudah berapa, dan dikaitkan dengan target nasional 100 persen pada 2019 nanti,” ungkapnya, Jumat (7/4/2017).

Sahrin menegaskan, target universal access pada 2019 adalah sekma 100-0-100, yaitu 100 persen akses air minum, 0 persen luas kawasan kumuh, dan 100 persen akses sanitasi. Dasar universal access tersebut adalah Peraturan Presiden Nomor 185 Tahun 2014 tentang Percepatan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi.

“Kalau kita konsisten dengan angka ini, harus komitmen dengan target tersebut sesuai Perpres. Kita harus lihat di provinsi, berapa targetnya, itulah dasar kita,” tegas dua.

Sahrin berharap, empat daerah yang akan menyusun dokumen pemutakhiran Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK), dijadikan acuan oleh 10 daerah lainnya. Mulai dari acuan penganggaran hingga pelaksanaan di lapangan. Selanjutnya untuk mengetahui sejauh mana usulan program diterapkan di lapangan, maka harus dilakukan monitoring dan evaluasi.

“Saya mohon perhatian terhadap sinkronisasi dan integrasi program antara pemerintah pusat dan daerah karena akan berdampak pada kualitas perencanaan dan pembangunan infrastruktur sanitasi. Jika tidak, akan berdampak pemanfaatan infrastruktur sanitasi yang dibangun dan dapat menjadi sorotan publik,” sebutnya. (ROZIQIN/B-3)