BORNEONEWS, Pangkalan Bun - PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) berencana menambah dua pabrik pengolahan kelapa sawit di Kalimantan Barat dan Papua dengan kapasitas tandan buah segar masing-masing 45 ton per jam.
Perseroan menargetkan pembangunan pabrik pengolahan tandan buah segar mulai beroperasi pada 2019 dengan investasi sebesar US$21 juta untuk membangun pabrik minyak sawit mentah (CPO) di Papua.
"Pembangunan pabrik baru itu sejalan dengan pertumbuhan panen kelapa sawit di Kalimantan Barat. Lahan tertanam inti milik perseroan di Kalbar seluas 9.542 hektare," kata Direktur Utama Austindo Nusantara Jaya, Istini T. Siddharta, di Jakarta, Kamis (6/4/2017).
Austindo juga memiliki konsesi perkebunan sawit di Papua. Lahan tertanam sawit inti di Papua seluas 4.640 ha dan tidak lama lagi akan menghasilkan tandan buah segar dan diprediksi produksi CPO di Papua mencapai 60.000 ton dalam 2 tahun mendatang.
"Pengembangan pabrik sawit di Papua juga sejalan dengan program pemerintah yang menekankan pembangunan ke wilayah timur Indonesia," papar Istini.
Pada tahun lalu, total luas lahan tertanam kelapa sawit ANJT seluas 46.498 ha dengan rata-rata umur 12,7 tahun. Pada tahun ini, lahan tertanam akan bertambah menjadi 50.588 ha dengan rata-rata umur 12,3 tahun.
Lahan tertanam akan bertambah menjadi 60.908 ha dengan rata-rata umur 10,4 tahun, dan menjadi 70.608 ha dengan rata-rata umur 9,3 tahun pada 2021.
Dengan perencanaan penanaman, usia tanaman selama periode 2016 hingga 2021 semakin muda tiap tahunnya sehingga suplai tetap terjaga.
Untuk menjaga produksi CPO terus meningkat, Austindo tidak hanya menambah lahan tanam, tetapi juga melakukan peremajaan (replanting) pada pohon yang sudah tua secara teratur.
Peremajaan kebun dilakukan secara terencana, khususnya pada lahan sawit di Belitung Timur, Bangka Belitung, seluas 1.000 ha hingga 2.000 ha dengan investasi US$8.000 per ha. (NEDELYA RAMADHANI/m)








