BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kapolres Kotawaringin Barat (Kobar) AKBP Pria Premos menyatakan tetap mengizinkan kegiatan tablig akbar Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Kobar, sekalipun Gerakan Pemuda (GP) Ansor memrotes kegiatan itu sebagai kampanye khilafah, yang bertentangan dengan ideologi NKRI.
"Selama masih dalam koridor dan tidak ada tindakan yang melanggar hukum, tentu akan tetap kami berikan izin," ungkap Pria Premos, saat dihubungi Borneonews, Sabtu (8/4/2017).
Dirinya pun mengimbau kepada seluruh organisasi kemasyarakatan (ormas) di Kobar tetap menjaga situasi kondisif di Bumi Marunting Batu Aji. "Jika ada persoalan dan pro-kontra sebaiknya dibicarakan. Jangan sampai ada ormas main hakim sendiri, apalagi sesama ormas Islam," cetusnya.
Terkait dugaan isu Khilafah yang diangkat dalam tablig akbar HTI, Kapolres mengaku akan melakukan pemantauan. "Kalau dibubarkan ya tidak bisa, karena kegiatan HTI ini legal. HTI juga ormas legal, kecuali memang memicu sara dan mengajak makar," sebutnya.
Premos juga menilai, selama ini hubungan antarormas harmonis. Menurutnya, persoalan yang timbul antara HTI dan GP Ansor serta Banser hanya salah paham belaka. Baca berita terkait di sini! (FAHRUDDIN FITRIYA/B-10)








