BORNEONEWS, Pulang Pisau - Kasus siswi digauli dan ditonton teman sekolah gemparkan Pulang Pisau. Peristiwa yang terjadi di ruang kelas salah satu SMP di Kecamatan Kahayan Hilir tersebut sudah diketahui pihak sekolah. Ironisnya berdasarkan informasi yang diperoleh Borneonews, ada sebanyak 9 siswa dan satu siswi dalam kejadian tersebut, 8 siswa di antaranya menyaksikan peristiwa asusila itu.

"Kami sedang berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari saksi dan alat bukti," kata Kasat Reskrim Polres Pulang Pisau AKP Iqbal Sengaji via WhatsApp, Sabtu (8/4/2017), mewakili Kapolres Pulang Pisau AKBP Dedy Sumarsono.

Dari informasi sementara, pihak kepolisian menduga ada paksaan dalam kasus asusila itu, Pihak Polres Pulang Pisau sedang mendalami kasus persetubuhan siswa di SMP Negeri 1 Kahayan Hilir itu.

"Untuk info tersebut sudah kita dalami sejak kemarin, baik dari reskrim Polres Pulang Pisau dan Polsek Kahayan Hilir," kata AKP Iqbal Sengaji.

Pihak Polres Pulpis masih berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari saksi dan alat bukti. Iqbal mengatakan, polisi tidak dapat melakukan ekspose siapa-siapa yang terlibat dalam kasus itu, karena menyangkut anak di bawah umur.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Borneonews, para siswa yang terlibat dalam kasus tersebut sudah dikeluarkan sekolah dan beberapa siswa yang ikut menyaksikan hanya diberikan sanksi peringatan.

Yang jelas, kejadian persetubuhan di ruang kelas SMPN 1 Kahayan Hilir itu, mengundang rasa prihatin sejumlah pihak.Pasalnya, kejadian tersebut direkam, dan disebar dalam bentuk video. Mirisnya agi, siswi yang terlibat dalam kasus itu diduga telah dibuat, sebelum disetubuhi, ditontonin ramai-ramai, dan direkam. (JAMES DONNY/N).