BORNEONEWS, Sampit - Harga jual air kepada konsumen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Dharma Tirta Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), masih rendah dibandingkan biaya produksi pengolahan air bersihnya.

Menurut Direktur PDAM Dharma Tirta Sampit Firdaus Herman Ranggan, pihaknya masih memberikan subsidi harga terhadap konsumen. Karena, biaya yang dibebankan tersebut lebih kecil dari biaya produksi air bersih PDAM.

"Masyarakat dikenakan biaya Rp3100 per meter kubiknya, sedangkan biaya produksi air bersih lebih besar dari itu, yakni Rp3600 per meter kubik," ujar Firdaus, Minggu (9/4/2017).

Tarif itu sendiri, kata dia, sudah berlaku sejak lama. "Tarif PDAM ini tidak pernah naik dari tahun 2009 sampai sekarang," katanya.

Lebih lanjut, Firdaus mengakui, dengan tarif pembayaran dan biaya produksi yang tidak seimbang sangat berpengaruh terhadap perkembangan dan pelayanan PDAM terhadap masyarakat. (NOOR ANNISA/B-5)