BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Abdul Sahel, Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menyatakan, ada tiga kesepakatan yang diperoleh dari pertemuan mereka dengan Wakapolres Kobar, Kompol Dhovan, terkait tuntutan mereka agar menghilangkan kampanye khilafah dalam tablig akbar Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang digelar di Masjid Sirajul Muhtadin Pangkalan Bun, Minggu (9/4/2017) pagi ini.
Ia menyatakan, poin pertama kesepakatan tetap menyetujui tablig akbar HTI. "Tablig akbar HTI Kobar tetap berjalan dengan jaminan tidak akan menyinggung tema tentang khilafah," kata Sahel, di Sekretariat Nahdlatul Ulama (NU) Kobar, Minggu (9/4/2017) pagi.
Yang kedua, Ansor dan Banser diperkenankan untuk memantau berjalannya tablig akbar bersama kepolisian, TNI dan MUI.
Sahel juga mengatakan, pihaknya menjamin tidak akan ada aksi yang mengancam ketenteraman dalam poin ketiga kesepakatan itu. "Ansor dan Banser menjamin anggota untuk menjaga kondusivitas!" tegasnya.
Saat berita ini ditulis anggota GP Ansor dan Banser Kobar, tengah bersiap menuju lokasi tablig akbar. (BUDI BASKORO/B-5)








