BORNEONEWS, Palangka Raya - Lepas dari bangku sekolah memaksa Andi berpikir keras cara melanjutkan hidup. Di usia yang belum lagi menyentuh kepala dua, pemuda ini tak memiliki banyak pilihan pekerjaan. Lowongan pekerjaan di Klinik Canin kemudian langsung dilahapnya tanpa berpikir akan risiko pekerjaan yang harus ditanggungnya.
Ya, semua pekerjaan menurut Andi saat itu, memiliki risikonya masing-masing. Namun ia bertekad dengan segala konsekuensinya itu.
Sebelum lebih jauh pada Andi, Anda perlu mengenal apa dan bagaimana Klinik Canin. Klinik Canin merupakan salah satu klinik kesehatan hewan di Palangka Raya. Pemiliknya Dokter Hewan (drh) Eko Hari Yuwono.
Seperti namanya, artinya Andi bekerja untuk mengurusi hewan-hewan yang menjadi pasien drh Eko.
"Awalnya memang hanya mencari pekerjaan. Lulus sekolah daripada ngalor-ngidul, saya cari kerja saja. Kebetulan Klinik Canin baru buka lowongan. Itu tahun 2013," kata Andi saat dibincangi Borneonews, Minggu (9/4/2017).
Pekerjaan yang didapat tidak disia-siakannya. Meskipun mengaku sulit pada awalnya, Andi tetap berusaha bertahan hingga kini 3 tahun lebih atau hingga sekarang.
"Awalnya ya takut, siapa yang nggak takut liat Rottweiller segede itu," kata Andi seraya tertawa, mengingat masa-masa perjuangannya mengatasi ketakutan akan anjing ras besar. (TESTI PRISCILLA/B-5)








