BORNEONEWS, Buntok - Dermaga Jelapat, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan (Barsel), menimbulkan kesan mubadzir. Pasalnya, sejak dibangun pada tahun 1993 silam, dermaga itu tak berfungsi maksimal sesuai peruntukannya. Ditambah lagi saat ini kerusakan terlihat di dermaga itu.

Badri (67), warga Jelapat, Minggu (9/4/2017) mengatakan, dermaga Jelapat perlu mendapat perhatian dari pemerintah untuk perbaikannya.

“Sejak dibangun pada tahum 1993 silam, hingga saat ini dermaga jelapat ini tidak pernah difungsikan dan dibiarkan mubazir,” kata Badri kepada Borneonews, Minggu (9/4/2017).

Ia membeberkan, tiga Bupati menjabat sampai saat ini dermaga ini tidak pernah dirawat dan difungsikan. Padahal dana untuk pembangunan tersebut menelan miliaran rupiah.

Dengan dibangunnya dermaga tersebut, warga berharap untuk bisa meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan warga sekitar.

“Jika difungsikan, otomatis perekonomian kita bisa meningkat. Pasalnya bisa berusaha mengangkut barang, ngojek serta buka warung di sekitar dermaga tersebut,” ucap dia.

Tapi, semua itu hanya sebatas harapan, lanjut dia, karena sampai saat ini tidak pernah difungsikan. Bahkan, kondisinya rusak parah karena tidak terawat. Bangunan di depannya hanya tinggal kerangka saja, kaca, pintu, lantai dan plafonnya rusak.

“Untuk itu, kami berharap kepada Pemerintah dan DPRD untuk memperbaiki dan mengfungsikannya. Sehingga, perekonomian kami akan meningkat dengan adanya aktivitas di dermaga tersebut,” harap dia. (URIUTU DJAPER/B-11)