BORNEONEWS, Sampit - Usai mendapatkan pelatihan warga binaan pemasyarakat (WBP) di Lapas Klas IIb Sampit saat bebas nanti diharapkan bisa berinteraksi di masyarakat dan berdaya guna.

"Semoga pelatihan ini bermanfaat, dan dapat mewujudkan Lapas industri, dari itu kerjasama dan sinergitas seperti ini sangat perlu dilakukan," kata Anthonius M Ayorbaba, Kepala Devisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kemenkumham Kalteng, saat memberikan sambutan pada pembukaan latihan kerja bagi WPB Lapas Klas IIb Sampit, Senin (10/4/2017).

Tidak hanya itu, Anthonius juga berharap peserta dapat mengikuti kegiatan pelatihan sungguh-sungguh, dengan keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk menunjukan eksistensi sebagai bagian masyarakat secara bertanggungjawab.

"Tunjukkan perubahan yang positif untuk menjadi insan yang inspiratif bagi masyarakat jika bebas nanti," kata Anthonius.

WBP juga diingatkan untuk menggunakan listrik atau benda tajam dengan baik, sesuai dengan fungsi dan manfaatnya. Jangan dipindahkan untuk hal yang tidak sesuai dengan peraturan yang ada.

Di sisi lain, Anthonius juga berharap keterampilan yang diberikan ini sebagai langkah upaya mewujudkan Lapas klas IIb Sampit sebagai salah satu Lapas industri di Kalteng.

"Kami sangat gembira dan menyambut baik kegiatan ini karena dilaksanan secara komperehensif, tidak hanya meningkatkan keterampilan jadmaniah tetapi juga dilakukan pembinaan rohani WBP karena dalam kegiatan ini juga sekaligus dilaksanakan pesantren kilat," pungkasnya. (NACO/B-5)