BORNEONEWS, Muara Teweh - Harga jual karet hasil sadapan petani di Kabupaten Barito Utara turun dalam beberapa pekan terakhir. Bila sebelumnya harga keret mencapai Rp10 ribu per kilogram, kini turun menjadi Rp7.000 per kilogram.

Petani karet di Kelurahan Jambu, Kecamatan Teweh Baru, Fahmi, mengatakan bahwa turunnya harga karet otomatis menyebabkan pendapatannya turut berkurang.

Hanya, ia mengaku tidak mengetahui penyebab merosotnya harga jual karet. “Kata orang yang biasa membeli karet kita, harga beli dari pabrik yang ada di Banjarmasin (Kalsel) sekarang juga turun, hingga mereka terpaksa turut menurunkan harga di daerah ini,” kata Fahmi kepada Borneonews, Senin (10/4/2017).

Kendati demikian, Fahmi mengaku tetap melakoni rutinitas menyadap karet. Sebab pekerjaan itu menjadi mata pencaharian utamanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Namun, ia berharap harga karet bisa segera kembali normal sehingga perekonomian masyarakat khususnya petani karet juga membaik.

“Harapan kita pemerintah dapat membantu sehingga harga karet ini dapat naik lagi dan tidak turun-turun seperti ini. Sebab banyak warga Kabupaten Barito Utara yang bekerja menyadap karet,” ucapnya. (RAMADHANI/B-3)