BORNEONEWS, Palangka Raya - Pengembangan atas diamankannya 51 orang di tempat hiburan malam lantaran terdeteksi positif menggunakan narkoba oleh tim gabungan BNN dan polisi, sepertinya akan berakhir buntu. Pasalnya, 51 orang tersebut lebih memilih bungkam ketimbang membeberkan asal muasal barang haram yang mereka konsumsi.

"Saat itu langsung kita tanya di TKP. Kamu dapat dari mana. Tidak ada yang mengaku," kata Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalteng Brigadir Jenderal Polisi Triwarno Atmojo, Senin (10/4/2017).

"Tapi bukan pengakuan yang kita cari, melainkan fakta. Makanya di tes urine dan hasilnya positif. Untuk barang bukti yang kita amankan tidak ada sabunya," imbuh dia.

Kendati tidak membeberkan asal muasal barang haram itu, BNNP Kalteng tetap melakukan pendalaman. "Itu sebagai bahan kita. Mereka sudah kita data. Pasti kita telusuri bagaimana dia bisa memakai atau bagaimana dia bisa dapat. Intinya tetap dilakukan penyelidikan dan mereka kita pantau," ungkapnya.

Triwarno menambahkan, pihaknya akan terus berupaya melakukan pencegahan peredaran gelap narkoba. Juga akan bekerjasama dengan instansi lain. Hanya, waktunya kapan itu akan selalu dirahasiakan. (BUDI YULIANTO/B-3)