BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang dilaksanakan oleh SMA Negeri 2 Kuala Kapuas secara bergiliran memanfatkan fasilitas pada ruang laboratoriun komputer. Sebanyak 204 siswa, terdiri dari jurusan IPA 132 dan IPS 72 orang, semua hadir. Jumlah komputer 80 dan server 4, dua digunakan sedangkan dua cadangan.
Kepala Sekolah SMAN 2 Kuala Kapuas, Asen mengatakan, dengan adanya keterbatasan fasilitas komputer, pihak sekolah memberlakukan shift bagi siswa untuk bisa mengikuti UNBK, dari Senin (10/4/2017) sampai Kamis (13/4/2017). Ujian dimulai pukul 07.00 sampai 16.00 WIB, dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris. Juga ada pelajaran pilihan, siswa menentukan pilihan, contohnya biologi, kimia dan fisika. Tetapi harus ada surat pernyataan dari siswa bermaterai Rp6000.
"Kita berlakukan 3 shift bagi siswa, karena memanfaatkan fasilitas komputer 80 buah, cadangan 5 buah laptop dan dua ruang lab komputer," kata Asen, Kepala Sekolah SMAN 2 Kuala Kapuas, Senin (10/4/2017).
Dia menjelaskan, dengan keterbatasan fasilitas yang ada, pihaknya berupaya agar seluruh siswa dapat mengikuti UNBK. Terkait persiapan untuk ujian berbasis komputer ini pihaknya diberikan kesempatan oleh pusat untuk melakukan simulasi bagi peserta didik.
"Kita tetap memanfaatkan fasilitas yang ada dan kebetulan tahun 2014 ada bantuan dari pusat untuk komputer. Karena SMAN 2 merupakan sekolah rujukan, terkait ujian sudah melakukan simulasi, itu pun seijin pusat, agar siswa tidak mengalami kesulitan pada saat UNBK nantinya," ungkapnya.
Untuk fasilitas genset serta jaringan internet 5 hari sebelumnya pihak sekolah sudah menyurati PLN dan Telkom melakukan survei kapasitas internet di sekolah. Dengan begitu, saat pelaksanaan ujian tidak mengalami permasalahan teknis. Namun, saat ini kebutuhan untuk 1 lab komputer lagi.
"Kita sudah melakukan antisipasi kemungkinan akan terjadi pemadam listrik, atau gangguan jaringan maka kami sudah menyurati pihak PLN dan Telkom dan pihak PLN menyediakan genset, kalauada pemadaman listrik tidak masalah," ujarnya.
Asen berharap, dengan UNBK peserta didik bisa menyelesaikan soal-soal ujian dengan baik walaupun UNBK bukan penentu kelulusan. Dengan sistem ujian berbasis komputer merupakan era baru selangkah lebih maju dari pada ujian menggunakan kertas. (DJIMMY NAPOLEON/N).







