BORNEONEWS, Palangka Raya - Pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) UNBK tahun ini serentak dilaksanakan bersamaan dengan ujian kertas atau PBT yang dimulai Senin (10/4/2017) hingga empat hari ke depan.


Ada kekhawatiran yang muncul dari pejabat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) saat meninjau UNBK di Kota Palangka Raya.


Perwakilan Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah atas (PSMA) Kemendikbud, Hari Soegiharto saat meninjau UNBK di SMAN 5 Palangka Raya mengatakan kekhawatirannya itu misalnya soal gangguan listrik dan internet.


“Dua hal itu kita harapkan tidak terjadi untuk hari ini dan seterusnya. Semoga di sekolah ini dapat berjalan lancar tanpa ada kendala,” ujar Soegiharto saat meninjau UNBK didampingi Pengawas SMA Disdik Kalteng, I Wayan Sarman.


Tim Auditor Itjen Kemendikbud, Soleh Kodir yang juga hadir memantau kelangsungan ujian menyatakan harapannya agar UNBK di sekolah yang telah empat tahun melaksanakan Kurikulum 2013 (K-13) ini berlangsung baik sesuai rencana. Pemantau hadir lanjutnya untuk mengevaluasi kesiapan UNBK 2017.


Penilaian dia, pelaksanaan UNBK telah sesuai prosedur operasional standar (POS) ujian nasional. UNBK dilakukan tiga sesi sehari dengan hanya satu mata pelajaran. Sehingga selama UNBK yang berlangsung empat hari (10-13/4/2017), ada empat mata pelajaran UN.


“UNBK jelas lebih efisien, aman dan transparan, dan meminimalkan terjadinya kecurangan. Dengan demikian, menghasilkan lulusan dengan integritas yang tinggi,” ucapnya. (ROZIQIN/B-6)