BORNEONEWS, Kuala Kapuas - MAN Selat Tengah Kuala Kapuas Kabupaten Kapuas tidak menyelenggarakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Selain keterbatasan fasilitas, Kepala MAN Selat Tengah Sriyadi, tidak ingin memberatkan orang tua siswa dengan memaksakan ujian dengan sistem UNBK.

"Untuk fasilitas komputer kita punya 30 unit. Tetapi jumlah itu tidak sesuai dengan jumlah siswa sebanyak 205 orang yang menjadi peserta ujian, ditambah 10 siswa dari Mandomai yang ikut bergabung di sekolah kami. Maka dari itu, tidak memungkinkan untuk melaksanakan UNBK," ungkapnya saat ditemui di ruangannya, Selasa (11/4/2017)

Sedangkan, lanjut Sriyadi, untuk meminjam fasilitas dari SMK sudah tidak memungkinkan. Karena, banyak SMA yang ada di Kuala Kapuas juga meminjam dari SMK.

Untuk itu, dua bulan sebelum pelaksanaan ujian, pihaknya menyatakan mundur dari pelaksanaan UNBK. "Di dalam peraturan undang-undang tidak ada mewajibkan sekolah untuk melaksanakan UNBK, jadi semampu sekolah saja," ucapnya.

Ia juga mengungkapkan, pihaknya sudah menyampaikan kepada Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kalimantan Tengah untuk segera memberikan fasilitas komputer di sekolahnya. "Kita meminta sekitar 50 unit komputer, jadi dengan fasilitas yang dimiliki kita bisa mengadakan UNBK secara bergantian, yaitu tiga kali putaran," ucapnya.

Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah menyarankan untuk merealisasikan UNBK dengan bantuan uang komite dari siswa. Akan tetapi baginya langkah tersebut memberatkan orang tua siswa.

Sriyadi berharap, agar pelaksanaan ujian di sekolahnya dapat berjalan dengan lancar. Selain itu, dirinya mengimbau kepada seluruh siswa yang mengikuti ujian untuk berlaku jujur saat mengerjakan ujian. "Prestasi penting tapi jujur lebih utama," pungkasnya. (HAMDI/B-2)