BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Baru ada dua sekolah di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) yang menggelar ujian nasional berbasis komputer (UNBK), yakni SMA Negeri 1 Pangkalan Bun dan SMA Negeri 3 Pangkalan Bun.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayan (Dsdikbud) Kabupaten Kobar, Aida Lailawati menyebutkan, dari dua sekolah itu sedikitnya ada 419 siswa peserta UNBK. Jumlah itu jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan jumlah total siswa yang tahun ini mengikuti ujian nasional. “Totalnya ada 1.655 siswa yang menjadi peserta ujian nasional,” beber Aida kepada Borneonews, Selasa (11/4/2017).
Aida menjelaskan, UN kali ini ada 18 sekolah yang mengikuti UN SMA se Kabupaten Kobar. Dari 18 sekolah tersebut diikuti 1.655 peserta dari enam Kecamatan yang ada. “Jumlah peserta terdiri dari UNBK 419 orang dari dua sekolah, sedangkan sisanya 1.236 masih ujian nasional kertas pensil (UNKP),” jelas Aida.
Terpisah, Kepala SMAN 1 Pangkalan Bun, Rusnah menyampaikan, pada awalnya kelas XII berjumlah 218 siswa, namun pada awal semester pertama ada seorang siswa yang meninggal dan seorang lagi tidak mengikuti ujian semester pertama karena sakit. “Jadi sekarang ini peserta ujian SMAN 1 Pangkalan Bun totalnya 216,” ujarnya.
Rusnah menambahkan, terkait dengan pelaksanaan UNBK pihaknya menggunakan tiga lab komputer dibagi tiga sesi pelaksanaan dalam sehari.
Sementara itu, pelaksanaan UNBK tetap menggunakan mesin genset pinjaman PLN agar pelaksaan UNBK tetap berjalan dengan lancar tanpa terpengaruh dari gangguan jaringan listrik normal. “Pasokan listriknya masih menggunakan genset milik PLN,” pungkasnya. (FAHRUDDIN FITRIYA/B-2)








