BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Dalam Ujian Nasional tahun ajaran 2016/2017 ini, peserta diwajibkan memilih satu mata pelajaran (Mapel) jurusan. Siswa jurusan IPS, bisa memilih di antara geografi, sosiologi, atau ekonomi. Kemudian untuk siswa IPA, mereka bisa memilih antara fisika, kimia, atau biologi. Bagi siswa jurusan bahasa, bisa memilih antara antropologi, sastra Indonesia, dan bahasa asing (Mandarin, Jepang, Arab, Jerman, atau Perancis).

“Siswa hanya meilih satu mata pelajaran sebagai mata pelajaran pilihan pada saat Ijian Nasional Berbasis Komputer (UNBK),” kata Kepala SMA Negeri 1 Pangkalan Bun, Rusnah kepada Borneonews, di Pangkalan Bun, Selasa (11/4/2017).

Namun, jelas Rusnah, siswa masih tetap mengerjakan mata pelajaran wajib yakni matematika, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris. Dalam kurikulum 2013 ini, siswa hanya mengikuti 3 mata pelajaran wajib dan 1 jurusan.

Ujian sekolah bestandar nasional untuk soal dibuat Musyawarah Guru Mata Pelajaran Provinsi. Adapun materi 20-25 persen pusat, 80-75 persen dibuat provinsi. Sedangkan ujian sekolah diselenggarakan oleh tim MGMP sekolah.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pedidikan dan Kebudayan (Disdikbud) Kobar Aida Lailawati menyebutkan, ujian nasional yang sudah dimulai sejak Senin (10/4/2017) itu akan berlangsung hingga Kamis (13/4/2017). Sebanyak 1.655 siswa SMA di Kabupaten Kotawaringin Barat ikut ujian nasional. Tahun ini Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) digelar serentak.

"UNBK dan UNKP tahun ini digelar serentak, namun ada perbedaan sistem penyelenggaraan," sebut Aida Lailawati, di Pangkalan Bun, Selasa (11/4/2017).

Pada UNBK, sambung Aida, digelar maksimal tiga sesi. Sementara, UNKP hanya digelar dalam satu sesi setiap mata pelajaran yang diujikan. "Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan jumlah perangkat komputer yang dimiliki sekolah."

Aida mencontohkan, untuk SMA Negeri 1 Pangkalan Bun, sekolah menyediakan tiga ruang dengan 40 perangkat komputer. Para siswa menggunakannya secara bergantian.

Sementara itu, listrik yang digunakan dalam UNBK masih mengandalkan pasokan dari genset yang dipinjamkan oleh PLN setempat. (FAHRUDDIN FITRIYA/N).