BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Fahrizal Fitri menyebut sampah plastik di sekitar pantai dapat mengancam ekosistem.

Selain itu, sambung Fahrizal Fitri, meningkatnya sampah plastik mengancam industri pariwisata di Kabupaten Kobar. Untuk itu, pemerintah akan terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan.

“Edukasi penting karena kita bisa memberi tahu masyarakat mengenai dampak negatif apabila lingkungan, terutama laut, tidak dikelola dengan baik,” ujar Fahrizal Fitri, Selasa (11/4/2017).

Ia juga menuturkan sampah plastik di pantai berdampak pada kehidupan ikan, mamalia, burung laut, dan berbagai tumbuhan laut. “Yang terkena dampak negatif adalah penduduk lokal, karena wisatawan tidak akan kembali mengunjungi tempat-tempat yang penuh sampah plastik,” bebernya.

Untuk mencegah terjadinya hal itu, pihaknya bertekad mendukung program pemerintah pusat untuk mengurangi 70% sampah plastik pada akhir 2025.

Dalam rencana aksinya, ucap dia, pihaknya telah menyusun berbagai strategi dan rencana konkret pengurangan sampah plastik ini, “Kita akan rangkul semua elemen untuk menyukseskannya,” pungkas Fahrizal Fitri. (FAHRUDDIN FITRIYA/B-2)