BORNEONEWS, Palangka Raya – Terkait pengembangan kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito, Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran menekankan agar jangan sampai ada tiga bandara di empat kabupaten di wilayah tersebut.

Namun faktanya, di Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya (Mura), dibangun bandara baru. Menurut Penjabat Sekda Kalteng Sahrin Daulay, pembangunan bandara di Puruk Cahu diibaratkan bagai buah simalakama.

Penyebabnya, APBD kabupaten pemekaran dari Barito Utara itu terlanjur mengucuri sendiri pembangunannya. Di sisi lain, pemerintah pusat telah menganggarkan pembangunan Bandara Muara Teweh di Kabupaten Barito Utara plus sepaket dengan pembangunan jalan akses menuju bandara. Bahkan Bandara Muara Teweh menjadi proyek strategis nasional.

“Ini membuat posisi pemprov serba salah. Kayak buah simalakama. Saya lihat, memang dalam proyek strategis nasional yang mereka Bappenas kawal adalah Bandara Muara Teweh. Tetapi di satu sisi sudah ada eksisting pembangunan bandara di Puruk Cahu. Pemkab Mura mengangggarkan dari APBD-nya sendiri sehingga jelas sudah ada uang masuk di situ. Nah, sudah ada uang masuk dari APBD kabupaten ini yang harus dievaluasi,” katanya, Selasa (11/4/2017).

“Di sisi lain, terus kalau pembangunan bandara yang sudah terlanjur ada dana mengucur itu tidak dikembangkan, lalu mereka mau gimana,” sambung Sahrin.

Karena itu, kebimbangan tersebut harus dicarikan solusi dan hal tersebut memerlukan kajian komprehensif. Selain bandara di Puruk Cahu, ada lagi bandara yang terlanjur eksisting yaitu di Buntok, Kabupaten Barito Selatan.

“Kalau bandara yang di Muara Teweh sudah jelas dan pasti digarap nasional. Nah yang dua ini (Mura dan Barsel) ini bagaimana pengembangannya itu yang harus dievaluasi,” tandasnya.

Seperti diberitakan, sejumlah daerah di Kalteng berlomba membangun bandara di wilayah masing-masing. Seakan ‘menu wajib’ dan kebangggan daerah. Padahal belum tentu infrastruktur itu ‘harus ada apalagi menjadi prioritas. Hal ini lah yang menjadi kritik Gubernur Kalteng Sugianto Sabran. Salah satunya adalah bandara di Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya yang merupakan kabupaten paling ujung di Bumi Tambun Bungai. (ROZIQIN/B-3)