BORNEONEWS, Sukamara - Kegagalan dalam beberapa program pembangunan sanitasi perdesaan dari beberapa studi evaluasi yang dilakukan, membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Sukamara melaksanakan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Harapannya program tersebut bisa terlaksana lancar.

Pelaksana tugas (plt) Kepala Dinkes Sukamara, Ahmad Lamsidi mengatakan hasil evaluasi ditemukan sarana yang dibangun dalam program sanitasi, tidak digunakan serta dipelihara dengan baik oleh masyarakat.

“Banyak faktor penyebab mengenai kegagalan ini. Salah satu di antaranya karena tidak adanya demand atau kebutuhan ketika program dilaksanakan.” terang Lamsidi.

Selain itu, lanjutnya, ditambah lagi dengan masalah sosial budaya dan perilaku masyarakat yang terbiasa Buang Air Besar (BAB) di sembarang tempat atau Open Defecation (OD). Sehingga membuat program yang dijalankan menjadi tidak tepat sasaran dan bejalan sesuai keinginan.

“Keberadaan sungai Jelai kita saat ini masih banyak dimanfaatkan masyarakat untuk mencuci, mandi, kakus, da lainnya, sehingga kondisi lingkungan menjadi tercemar," tambahnya.

“Apa yang kita lakukan diharapkan bisa membuat Kabupaten Sukamara ODF di tahun 2019 mendatang,” ucapnya. (NORHASANAH/B-11)