BORNEONEWS, Muara Teweh – Musim di Kabupaten Kabupaten Barito Utara yang tidak menentu membuat nyamuk Aedes Aegypti pembawa virus demam berdarah dengue (DBD) cepat berkembang biak.

Perkembangbiakan nyamyuk Aedes Aegypti yang cepat berdampak pada jumlah penderita DBD. Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara Robansyah, Rabu (12/4/2017), mengatakan pada tahun ini saja sudah ada 15 kasus DBD di Bumi Iya Mulik Bengkang Turan. Korban terbanyak ialah balita dan anak-anak. Rinciannya, pada Januari ada tiga kasus, Februari dua kasus, Maret lima kasus, dan April 2017 lima kasus.

Dari 15 kasus tersebut, semuanya telah dilakukan pengobatan. 13 korban di antaranya telah sembuh. Sedangkan dua korban lainnya masih menjalani pengobatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muara Teweh. Dua korban tersebut bernama Zahra (berumur 2 tahun 10 bulan) dan Husain (5 tahun).

“Korban yang paling banyak merupakan warga Kecamatan Teweh Tengah dengan jumlah 14 orang. Sementara itu, seorang korban lainnya merupakan warga Kecamatan Lahei. Korban didominasi oleh balia dan anak-anak,” ucap Robansyah. (RAMADHANI/B-3)