BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Menghadapi musim kemarau pada Juni 2017, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar mengumpulkan seluruh instansi terkait dan perushaaan untuk membahas kesiapsiagaan penanganan Karhutla.

Kepala BPBD Kobar, Hermon D Lion mengatakan rapat kordinasi kesiapsiagaan penanganan karhutla tahun ini sudah waktunya digelar. Pasalnya musim kemarau diprediksi akan tiba dalam jangka paling cepat satu bulan lagi.

"Kami membahas tentang persiapan apel siaga, kemudian pembentukan posko karhutla, rencana serta pola penanganan karhutla," ungapnya seusai rapat di kantor BPBD Kobar Jalan Ratu Mangku Pangkalan Bun, Kamis (13/4/2017).

Selain itu, rapat yang dihadiri oleh beberapa OPD terkait, DPRD Kobar, Instansi TNI dan Polri, BMKG, serta beberapa perwakilan dari perusahaan besar swasta (PBS) juga membahas ketersediaan anggaran Karhutla. "Rapat ini juga membahas anggaran pendukung penanganan karhutla serta ketersediaan peralatan pemadaman di dalamnya," ujar Hermon.

Saat ini pihaknya mengaku belum ada titik api yang dijumpai di wilayah Kabupaten Kobar. Begitupun dengan laporan dari BMKG Pangkalan Bun, tidak ada hotspot yang terpantau di wilayah Kobar dari pencitraan satelit. (CECEP HERDI/B-2)