BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Setelah asyik memancing dan menikmati keropok basah. Saya kembali melanjutkan misi perburuan Tole-Tole, si manis berwarna merah jambu.

Entah sudah berapa kios saya kunjungi, tapi belum juga membuahkan hasil. Bahkan kios tempat saya menemukan tole-tole beberapa bulan yang lalu juga tidak lagi menjual tole-tole.

"Malas kami bejualan tole-tole. Habis kami makan di rumah, mah,” ungkap pemilik warung dengan logat Pangkalan Bun yang kental. Artinya, mereka enggan berjualan tole-tole karena habis dimakan sebelum dijual.

Wah, ternyata bukan cuma saya yang gemar makan cemilan ini. Jadi makin penasaran di mana tole-tole itu sekarang dijual.

Waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore. Tapi Tole-Tole juga belum ditemukan. Akhirnya saya memutuskan untuk menyeberang menggunakan getek. Siapa tahu ada yang berjualan tole-tole di Mendawai Seberang.

Satu lagi hal yang menarik untuk dicoba ketika travellers berkesempatan mengunjungi Sungai Arut, Bergetek ria. Belum ke Pangkalan Bun namanya kalau belum mencoba sensasi naik getek ini.

Getek adalag sebutan masyarakat Pangkalan Bun untuk perahu bermesin yang berukuran kecil. Travellers bisa menemukan getek di sepanjang Sungai Arut. Mulai dari mendawai hingga Kampung Baru. Disebut getek karena bunyi mesinnya "tek-tek-tek-tek".

Kali ini saya menyeberang bersama beberapa penumpang lain. Salah satunya Dilla. Siswa SMA yang berasal dari Pangkalan Banteng ini mengaku ini adalah kali pertamanya naik getek.

"Waktu pertama kali masuk, takut. Soalnya goyang-goyang. Tapi lama-lama asyik,” ungkap Dilla.

Untuk satu kali menyeberang hanya diperlukan biaya Rp2.000 per orang. Atau kalau mau susur sungai dengan getek, wisatawan bisa menyewa getek seharga Rp20.000-Rp50.000, tergantung jarak rute yang akan dilewati.

Susur sungai dengan getek di Sungai Arut sangat mengasyikkan, selain pemandangan sungai arut sore hari yang memang mempesona dengan human interest-nya.

Sunset di Sungai arut juga tidak kalah memikat. Sayang, sore ini agak berawan sehingga matahari tidak terlihat meskipun semburat jingga mulai menyabar di cakrawala.

Sesampainya di Mendawai Seberang, saya langsung mencari kios yang menjual tole-tole. Sudah beberapa kios saya singgahi, tetapi tidak satupun menjual Tole-tole.

Saya terus berjalan sambil memperhatikan setiap kios yang saya lewati. Akhirnya mata saya menangkap jajanan berwarna pink di dalam toples bertutup merah di kios berwarna jingga. Kios tersebut tidak jauh dari Mesjid Badariah, Mendawai Seberang.

Tole-tole akhirnya saya temukan juga! Cemilan manis ini berwarna pink dan sangat lembut di mulut. Wisatawan yang sedang berkunjung ke Pangkalan Bun, wajib mencoba jajanan yang satu ini.

Terbayar sudah perburuan saya kali ini. Hanya dengan Rp5.000, saya sudah mendapatkan lima batang Tole-tole. Murah meriah food lovers! (WAHYU WULANDARI/m)