BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Memasuki bulan April ini, angin kencang serta gelombang tinggi hampir setiap hari terjadi di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat. Biasanya, angin kencang terjadi sesaat sebelum hujan turun. Hal itu disebabkan oleh awan Cumulonimbus.

"Angin kencang dengan tercatat dengan kecepatan 52 kilometer per jam terjadi pada Kamis (13/4/2017) malam di wilayah Kobar. Meski berlangsung hanya beberapa menit, kecepatan angin di wilayah darat ini paling tinggi pada April ini," ujar kepala BMKG Pangkalan Bun, Lukman Soleh, Jumat (14/4/2017).

Menurutnya, terpaan angin kencang itu jika tidak diwaspadai akan menimbulkan kerugian, seperti pohon tumbang yang mengganggu aktivitas serta menghancurkan pemukiman. "Kami mengimbau tetap waspada, bulan ini adalah puncaknya musim hujan. Potensi angin kencang sangat besar," ucapnya.

Sementara itu di perairan Laut Jawa, BMKG mencatat ketinggian gelombang mencapai hingga 2,5 meter pekan lalu. Namun tiga hari lalu gelombang permukaan air laut turun di bawah 1,5 meter.

"Untuk saat ini tidak ada kapal yang terganggu, pelayaran baik kapal penumpang maupun barang masih lancar," ujar Kepala KSOP Kumai, Junaidi.

Meski begitu, pihaknya tetap melayangkan surat peringatan cuaca dini yang dikeluarkan BMKG. "Tetap kami edarkan surat imbauan waspada cuaca buruk kepada seluruh pihak pelayaran," ujarnya. (CECEP HERDI/B-2)