BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Kepala Badan Penanggulanagan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Hermon F Lion mengakui sarana dan prasarana (sarpras) yang dimiliki pihaknya minim. Keterbatasan itu, sebut Hermon, akan menyulitkan pihaknya menghadapi ancaman bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tahun 2017 ini. Tugas ereka terhambat karena keterbatasan pelaralatan.
Selain keterbatasan peralatan, akses jalan yang sangat tidak memadai, terutama masuk ke desa-desa juga menghambat. “Dari aspek peralatan kita sangat terbatas, belum lagi persoalan personil yang selama ini belum ideal. Dua hal ini akan menyulitkan kami menangani karhutla,” beber Hermon, Jumat (14/4/2017).
Menurut Hermon, dengan alat pemadam sangat terbatas membuat pihak BPBD hanya bisa melakukan penanganan yang bisa mereka jangkau, sedangkan untuk daerah yang jauh, ia berharap penanganan dilakukan helikopter waterboombing.
“Saya harap tahun ini kita dapat bantuan helikopter waterboombing lagi,” pintanya.(FAHRUDDIN FITRIYA/B-8)
Selain keterbatasan peralatan, akses jalan yang sangat tidak memadai, terutama masuk ke desa-desa juga menghambat. “Dari aspek peralatan kita sangat terbatas, belum lagi persoalan personil yang selama ini belum ideal. Dua hal ini akan menyulitkan kami menangani karhutla,” beber Hermon, Jumat (14/4/2017).
Menurut Hermon, dengan alat pemadam sangat terbatas membuat pihak BPBD hanya bisa melakukan penanganan yang bisa mereka jangkau, sedangkan untuk daerah yang jauh, ia berharap penanganan dilakukan helikopter waterboombing.
“Saya harap tahun ini kita dapat bantuan helikopter waterboombing lagi,” pintanya.(FAHRUDDIN FITRIYA/B-8)








