BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Bidang Pengembangan Standar Nasional Pendidikan (PSNP), Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Ahmad Qomari, meminta seluruh sekolah pelaksana ujian nasional berbasis komputer (UNBK) menyiapkan sarana dan prasarana penunjang.
“Sarana dan prasarana yang harus disiapkan sekolah pelaksana UNBK ialah komputer, server dan sumber daya manusia,” kata Qomari, kemarin, di Palangka Raya.
Ia memprediksi jumlah sekolah yang akan melaksanakan UNBK tahun 2017 akan bertambah. Sejumlah sekolah itu bahkan sudah mengajukan diri sebagai sekolah pelaksana UNBK. Kini sekolah-sekolah tersebut masih dalam proses penilaian terkait kelayakannya.
“Jika ada kendala sedikit saja, maka sekolah tersebut tidak bisa melakukan UNBK,” ujarnya.
Menurutnya, ini jika sekolah mampu menyiapkan persyaratan tersebut, maka sekolah bisa menandatangani surat pernyataan pelaksana UNBK 2016/2017. Dan pengkajian untuk calon sekolah peserta UNBK tahun ajaran 2016/2017 harus sudah menandatangani surat pernyataan paling lambat Januari 2017.
Qomari mengakui, berdasarkan hasil evaluasi evaluasi ujian yang dilaksanakan pada tahun ajaran 2015/2016, ternyata siswa lebih suka melaksanakan UNBK. Sebab, dengan UNBK dijamin tidak ada kebocoran soal dan yang pasti lebih praktis. Dengan UNBK juga siswa tidak perlu menghabiskan waktu untuk melingkari jawaban.
“Menggunakan sistem UNBK, tingkat integritas siswa juga lebih baik, karena masing-masing siswa memiliki soal yang berbeda-beda,” tutupnya. (wdr/P2)








