BORNEONEWS, Palangka Raya - Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah Askari mengharapkan, penentuan jurusan pada sekolah menengah kejuruan (SMK) yang ada di kabupaten/kota disesuaikan dengan potensi daerah.
Hal itu penting supaya jurusan yang dibuka tak menghasilkan lulusan yang sia-sia lantaran tak terserap dunia kerja di daerahnya sendiri. Dengan kesesuaian antara jurusan yang ada di SMK dengan potensi daerah, niscaya para lulusannya akan dilirik oleh pasar kerja yang ada di daerahnya.
“Penting bagi SMK memiliki ciri khas yang disesuaikan dengan potensi daerah. Jika di darah tersebut banyak perusahaan perkebunan kelapa sawit, maka SMK sebaiknya membuka jurusan perkebunan. Begitu juga jika di daerah itu banyak industri pertambangan, maka jurusan yang mestinya dibuka ialah jurusan pertambangan,” kata Askari, kemarin, di Palangka Raya.
Askari juga meminta kepala SMK memahami dengan baik Inpres Nomor 9 Tahun 2016 tentang revitalisasi SMK serta harus betul-betul proaktif dan membangun kemitraan dengan dunia usaha dan industri.
“Petakan apa yang menjadi keunggulan, kelemahan, peluang dan tantangan di masing-masing sekolah. Mulai saat ini, bangun komunikasi, koordinasi dan sinkronasi program terbaik untuk masa depan anak-anak,” saran Askari.
Ia mengatakan, pembangunan pendidikan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan daya saing. Untuk itu, Kalimantan Tengah menjadikan pendidikan sebagai program strategis dan perioritas serta menjadi poin penting dalam kerangka pembangunan daerah kedepan.
“Sehingga kepala sekolah diharapkan untuk berkomitmen melaksanakan tugas sebagai aparatur pendidikan khususnya pada jenjang sekolah menengah sesuai ketentuan UU No 23 Tahun 2014,” tandasnya. (wdr/P2)








