BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah memastikan pihaknya akan terus meningkatkan mutu layanan pendidikan khusus dan layanan khusus (PK-LK) guna memastikan siswa berkebutuhan khusus mendapatkan kesempatan seluas-luasnya untuk memperoleh pendidikan selayaknya anak-anak normal.
Kepala Seksi Sekolah Luar Biasa (SLB), Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Tasmanuddin, mengatakan berbagai program untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan khusus terus diperhatikan.
“Semuanya ini dalam rangka meningkatkan angka partisipasi sekolah bagi anak berkebutuhan khusus (ABK). Apalagi pendidikan bagi ABK di daerah ini masih sangat terbatas. Ditambah minimnya guru pembimbing khusus maupun sekolah penyelenggara pendidikan inklusif,” ujarnya, Selasa (3/1), di Palangka Raya.
Tasmanudin mengakui, SLB mengalami minimnya guru produktif yang khusus mengampu masing-masing ketunaan. Guru SLB masih didominasi oleh guru umum, sehingga kondisi ini sangat berpengaruh terhadap pelayanan pembelajaran peserta didik.
“Ini merupakan permasalahan yang sangat serius. Untuk itu perlu didiskusikan melalui koordinasi antarkabupaten/kota dan pemerintah provinsi, hingga seluruh kabupaten/kota secepatnya proaktif membenahi semua yang berkaitan dengan sekolah luar biasa,” ujarnya. (wdr/P2)








