BORNEONEWS, Palangka Raya - Ujian nasional (UN) tahun 2017 sudah didepan mata. Makanya, kalangan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah (Disdik Kalteng) terus memantapkan persiapan agenda tahunan itu supaya seluruh siswa kelas akhir lulus dengan prestasi.
Kepala Bidang Pengembangan Standar Nasional Pendidikan (PSNP) Ahmad Qomari mengatakan, berdasarkan hasil rapat koordinasi, selain kepastian UN, pelaksanaan ujian sekolah ditingkatkan mutunya menjadi ujian sekolah berstandar nasional (USBN) untuk beberapa mata pelajaran. Selain itu, dalam petunjuk teknis kebijakan UN ditargetkan untuk memperluas pelaksanaan berbasis komputer, baik UN maupun USBN.
“Setiap jenjang pendidikan pelaksanaan UN dan USBN, jumlah mata pelajaran yang diujikan juga berbeda,” katanya, di Palangka Raya.
Untuk jenjang SMP, ada empat mata pelajaran yang diujinasionalkan, yakni matematika, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan IPA. Sedangkan USBN mencakup tiga mata pelajaran, yaitu pendidikan agama, PPKN dan IPS.
Sementara mata pelajaran yang diujinasionalkan untuk jenjang SMA adalah matematika, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan satu mata pelajaran pilihan sesuai jurusan. Sedangkan USBN mencakup pelajaran pendidikan agama, PPKN, sejarah, dan tiga mata pelajaran sesuai program studi siswa.
Adapun untuk jenjang SMK, mata pelajaran yang diujinasionalkan adalah matematika, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan teori kejuruan. Sedangkan mata pelajaran yang di-USBN-kan meliputi t pendidikan agama, PPKN, dan keterampilan komputer.
“Pelaksanaan UN dan USBN di setiap jenjang dijalani tidak serempak. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi, mutu, reliabilitas, dan kehematan UN dilaksanakan dengan moda ujian nasional berbasis komputer (UNBK),” tandas Qomari. (wdr/P2)








