BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah segera melakukan pembinaan terhadap para guru sekolah menengah atas (SMA) yang diambil alih dari pemerintah kabupaten/kota.
Hamka, Kepala Bidang SMA, Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, mengatakan pembinaan dan peningkatan profesionalisme guru SMA penting dilakukan mengingat peranan strategis mereka dalam setiap upaya peningkatan mutu, relevansi, dan efisiensi pendidikan.
“Pembinaan dan pengembangan profesionalisme guru merupakan kebutuhan,” kata Hamka, Selasa (10/1), di Palangka Raya.
Ia mengakui bahwa mutu pendidikan bukan hanya ditentukan oleh guru, melainkan oleh mutu masukan (siswa), sarana, manajemen, dan faktor-faktor eksternal lainnya. Tetapi seberapa banyak siswa mengalami kemajuan dalam belajarnya, banyak tergantung kepada kepiawaian guru dalam membelajarkan siswa.
Menurut Hamka, pembinaan dan pengembangan profesionalisme guru dan staf sekolah dilakukan berdasarkan kebutuhan institusi, kelompok, maupun individu guru dan staf sendiri. Dari perspektif institusi, pengembangan guru dan staf dimaksudkan untuk merangsang, memelihara, dan meningkatkan kualitas staf dalam memecahkan masalah-masalah keorganisasian.
Selanjutnya, pengembangan guru berdasarkan kebutuhan institusi adalah penting, namun hal yang lebih penting adalah berdasar kebutuhan individu guru dan staf untuk menjalani proses profesionalisasi. Karena substansi kajian dan konteks pembelajaran selalu berkembang dan berubah menurut dimensi ruang dan waktu, guru dituntut untuk selalu meningkatkan kompetensinya.
“Untuk meningkatkan mutu pendidikan saat ini, maka profesionalisme guru (pendidik) merupakan suatu keharusan, terlebih lagi apabila kita melihat kondisi objektif saat ini berkaitan dengan berbagai hal yang ditemui dalam melaksanakan pendidikan,” tandas Hamka. (DEWI KENCANA WATY)








