BORNEONEWS, Palangka Raya - Memasuki awal semester genap tahun pelajaran 2017, SMPN 1 Palangka Raya mulai mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler (eskul) paskibra. Program itu ternyata sangat diminati.
Buktinya, tak kurang dari 40 siswa kelas VII dan kelas VIII mengikuti eskul paskibraka. Program eskul tersebut diharapkan mampu melahirkan bibit prestasi untuk mengharumkan nama sekolah di dalam dan luar daerah Kalimantan Tengah.
Pembina eskul paskibraka SMPN 1 Palangka Raya Budi Rahman mengatakan, program itu sangat baik dikembangkan di lingkungan sekolah untuk meningkatkan disiplin, meningkatkan rasa cinta Tanah Air, dan mengenal lebih dalam mengenaiBendera Merah Putih
“Eskul ini dilaksanakan setiap Jumat dan Sabtu mulai pukul 15.00 WIB,” kata Budi, Rabu (11/1), di Palangka Raya.
Menurut Budi, peserta eskul paskibra dilatih peraturan baris berbaris dasar, mulai dari gerakan di tempat dan gerakan berjalan, termasuk formasi baris berbaris, melipat Bendera Merah Putih sampai dengan proses pengibaran bendera.
Selain itu, dalam eskul tersebut, pembina juga akan memberikan pengetahuan arti dan makna Bendera Merah Putih.
“Namun tidak ada standar khusus bagi peserta, karena dalam latihan yang diutamakan adalah pengenalan paskibra. Sehingga semua siswa yang berminat bisa mengikuti eskul ini,” jelas dia.
Budi menambahkan, selain memfokuskan latihan, pembina juga akan mengarahkan peserta untuk mengikuti lomba paskibra di luar sekolah. Dan siswa akan diseleksi sesuai tingkatan kemampuannya di bidang lomba.
Kepala SMPN 1 Jayani mengatakan, eskul paskibraka sengaja mulai dikembangkan di sekolah tersebut. Tujuannya untuk melatih siswa berdisiplin dan memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi.
“Pengembangan program eskul ini sudah lama direncanakan, namun baru bisa terealisasi. Sekolah mempersipakan pelatih khusus dari purna paskibaraka,” katanya. (DEWI KENCANA WATY)








