BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala SMPN 12 Palangka Raya Ahmadi mengakui kalau sekolahnya belum siap melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tahun 2017.

Keterbatasan sarana dan prasarana penunjang, seperti komputer, jaringan internet, hingga daya listrik, menjadi penghalang pihaknya melaksanakan UNBK. Sebanyak 47 siswa kelas IX di sekolah itu dipastikan akan tetap menjalani ujian nasional berbasis kertas.

“Terus terang kesiapan kami masih kurang dalam melaksanakan UNBK,” tegas Ahmadi, Kamis (12/1), di Palangka Raya.

Saat ini, sambung Ahmadi, pihaknya memang fokus mempersiapkan siswa kelas akhir dalam menghadapi UN. Persiapan itu dilakukan melalui program belajar tambahan yang dilaksanakan usai jam pelajaran reguler.

“Program belajar tambahan sudah kami laksanakan mulai pekan ini,” ucapnya.

Menurut dia, program belajar tambahan difokuskan pada empat mata pelajaran yang diujinasionalkan, yakni matematika, bahasa Inggris, bahasa Indonesia, dan IPA.

“Pihak sekolah meningkatkan intensitas pertemuan dengan para siswa. Khusus untuk pelajaran yang lebih sulit dilakukan dua kali pertemuan,” beber Ahmadi. (DEWI KENCANA WATY)