BORNEONEWS, Palangka Raya - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Univeristas PGRI Palangka Raya menjadikan program wirausaha sebagai unggulan kampus itu.

Hal itu dilakukan lantaran proses pembelajaran yang dilaksanakan di perguruan tinggi pada umumnya lebih menitikberatkan kepada pengembangan intelektual atau kemampuan akademis serta penalaran, namun relatif kurang memberikan bekal kemampuan teknis/operasional untuk memasuki dunia kerja.

Di sisi lain, dunia usaha dan industri menghendaki tenaga kerja yang memiliki keterampilan teknis serta pengalaman kerja. Hal itu sering menjadi kendala bagi mahasiswa untuk memperoleh pekerjaan setelah lulus.

“Makanya Universitas PGRI kini mengubah haluan dengan menekankan keterampilan mahasiswa agar siap memasuki dunia kerja,” kata Asro, kemarin, di Palangka Raya.

Menurut dia, tahun 2016 lalu pihaknya mendapatkan hibah melalui program Co-operative Academic Education Programme (Co-op). Program tersebut merupakan program mahasiswa magang dan bekerja terpadu di UMKM di wilayah Kota Palangka Raya.

Mahasiswa yang tergabung dalam Co-op memberikan pelatihan, seperti kegiatan yang pernah digelar di Kelurahan Sei Gohong, Kecamatan Bukit Batu, untuk pengolahan produk pangan dari buah naga.

Program Co-op, sambung Asro, merupakan program yang mengintegrasikan berbagai latar belakang ilmu yang didapatnya di bangku kuliah dengan pengalaman nyata dunia usaha. Co-op lebih mementingkan work place experience atau pengalaman dan berkegiatan dalam dunia kerja nyata.

Untuk pekerjaan yang dilakukannya, mahasiswa peserta mendapat kompensasi keuangan dari perusahaan atau tempat bekerja. Selama mengikuti kegiatan, mahasiswa peserta program akan dievaluasi oleh pemilik UMKM dan mentor yang ditunjuk oleh perguruan tinggi.

“Tujuan program Co-op di kampus ini adalah menghasilkan calon wirausaha yang memiliki gagasan baru dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kualitas UMKM dalam pengelolaan maupun pengembangan usaha dan meningkatkan jaringan kerja sama antara perguruan tinggi dengan UMKM,” beber Asro.

Pada tahun 2016, Universitas PGRI menjadi salah satu salah satu perguruan tinggi dari 28 perguruan tinggi seluruh Indonesia yang memperoleh hibah Co-op. Kegiatan Co-op yang dilakukan oleh universitas tersebut melibatkan lima UMKM, 11 mahasiswa dengan lima orang mentor.

Sementara Rektor Universitas PGRI Maharidiawan Putra menambahkan, mata kuliah kewirasuahan menjadi mata kuliah wajib yang harus diterima oleh seluruh mahasiswa di kampus tersebut.

Mata kuliah itu sudah mulai diterapkan sejak tahun akademik 2012. Materi perkuliahan kewirausahan didasarkan berdasarkan rumusan materi perkulihan kewirausahaan yang dirintis oleh dikti.

“Kuliah kewirausahan menekankan kepada kemampuan mahasiswa untuk membangun semangat kewirausahan dengan pendalaman materi dan praktikum dan dibekali dengan praktikum berwirausaha,” tandasnya. (DEWI KENCANA WATY)