BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Minyak sawit dikenal memiliki kandungan antioksidan untuk menangkal radikal bebas.
Selain itu, kekuatan antioksidan pada minyak sawit juga sanggup melindungi dari degenerasi syaraf, demikian hasil penelitian yang dilansir The Palm Oil Miracle.
Dua faktor paling signifikan yang dapat mempengaruhi fuotak adalah tekanan oksidatif dan buruknya sirkulasi darah. Padahal, tekanan oksidatif itu dapat memicu munculnya radikal bebas yang dapat merusak otak dan jaringan syaraf.
Adapun sirkulasi darah yang tidak lancar dapat mempengaruhi fungsi otak karena pasokan oksigen dan glukosa terhambat. Oksigen dan glukosa adalah vital dalam mendukung fungsi otak.
Para peneliti sejauh ini telah menemukan korelasi antara tekanan oksidatif dan terhambatnya aliran darah ke otak dengan demensia, penyakit Alzheimer, Parkinson, Huntington dan bahkan schizophrenia.
Semua penyakit yang disebutkan tadi berperan dalam mematikan sel otak. Tokotrienol, senyawa yang terdapat di dalam minyak sawit, dapat membantu otak dengan cara mengurangi tekanan oksidatif dan sekaligus meningkatkan aliran darah.
Untuk meneliti kerusakan syaraf yang disebabkan tekanan oksidatif, para peneliti melakukan pengujian terhadap hewan dengan memberikannya glutamat, yaitu asam amino yang dapat membunuh sel otak.
Pemicu utama kematian sel adalah radikal bebas. Sementara vitamin E biasa kurang kuat untuk mencegah kematian sel akibat glutamat. Tapi hebatnya, tokotrienol yang terkandung dalam sawit dapat mencegah aksi merusak dari glutamat.
Dalam beberapa pengujian di laboratorium, neuron yang mendapat perlakuan tokotrienol dapat menjaga pertumbuhan sehat dan motilitas (pergerakan) sel meski mengonsumsi glutamat berlebihan. (NEDELYA RAMADHANI/m)








