BORNEONEWS, Palangka Raya - Kendati ujian nasional (UN) bukan lagi sebagai penentu kelulusan, melainkan hanya untuk memetakan kualitas pendidikan, namun tetap saja persiapan menghadapi kegiatan evaluasi tahunan itu harus dilakukan dengan serius.
Salah satu cara agar siswa kelas akhir lebih siap menghadapi UN ialah melalui try out (uji coba). Try out tahap pertama telah dilaksanakan untuk jenjang SMP/MTs pada 16-17 Januari 2017 lalu. Kegiatan itu mendapat apresiasi dari kalangan anggota DPRD Palangka Raya.
Mukarramah, anggota Komisi C DPRD Palangka Raya, bahkan menilai, try out tak cukup hanya dilakukan tiga kali sebagaimana telah dijadwalkan. Intensitas try out harusnya lebih dari itu agar peserta didik semakin terbiasa menjawab soal-soal UN.
Politisi Partai NasDem yang membidangi pendidikan tersebut malah menganjurkan supaya Dinas Pendidikan setempat menetapkan standar kelulusan sendiri dalam pelaksanaan try out. Jika standar kelulusan UN minimal 5,5, maka standar kelulusan try out harus lebih tinggi dari itu. Dengan demikian, ketika UN nanti para peserta didik lulus dengan nilai yang memuaskan.
Lebih dari itu, try out diharapkan menjadi media bagi pihak sekolah untuk mengevaluasi perkembangan pendidikan di sekolahnya. Jika ternyata hasilnya tidak sesuai harapan, maka masih ada waktu bagi pihak sekolah untuk melakukan perbaikan.
“Guru mata pelajaran yang diujinasionalkan juga harus menjadikan try out sebagai bahan evaluasi tingkat penyerapan materi pelajaran,” ujar Mukarramah. (FERRY SANTOSO/m)








