BORNEONEWS, Palangka Raya - Sekitar 50 orang murid Taman Kanak-Kanak (TK) Kholifah dan TK Armuna didampingi para guru dan orang tua berkunjung ke Markas Pemadam Kebakaran Kota Palangka Raya, Jalan Diponegoro, Selasa (24/1).

Sebelum melakukan simulasi menjinakkan si jago merah yang disulut dalam drum bekas berukuran pendek, bocah-bocah belia dari dua TK itu mendapatkan penjelasan dari Kepala Bidang Pencegahan dan Peningkatan Sumber Daya Manusia, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Palangka Raya, Wawan Berlison yang saat itu didampingi Koordinator Sosialisasi dan Pencegahan Pemadam Kebakaran Sucipto.

Kepada puluhan murid TK itu diperkenalkan satu per satu peralatan yang digunakan oleh petugas di lapangan. Selain itu, ia juga menjelaskan kegunaan mobil pemadam kebakaran dalam mendukung proses pemadaman kebakaran.

Atraksi tim pemadam kebakaran dalam memadamkan api, membuat ratusan murid TK tersebut terdiam sejenak, karena api yang disulut di dalam drum bekas terlihat membara. Secara sigap petugas memadamkan api dengan menggunakan armada menyemprotkan air ke titik api hingga padam.

Seakan tak mau kalah, kini giliran murid-murid TK yang beraksi. Secara bergiliran mereka mempraktikkan langsung menjinakkan si jago merah yang sedang berkobar dengan menggunakan semprotan air dan karung basah. Menariknya, mereka mengenakan seragam ala petugas pemadam kebakaran sungguhan.

Anak-anak yang semula tegang melihat kobaran api, kini justru senang dan antusias menyemprotkan air dari selang mobil pemadam kebakaran dan memadamkan api yang membara. Pun begitu ketika mereka menggunakan metode karung basah untuk memadamkan api.

“Hore...apinya sudah padam,” seru anak-anak itu setelah berhasil menjinakkan api.

“Kami harap murid-murid mendapat pengalaman baru tentang air, api dan udara. Melalui kunjungan ini juga kami harapkan anak-anak mencintai pemadam kebakaran,” ujar Wawan Berlison.

Menurut Wawan, pelajaran dan praktik menjinakan api kepada anak-anak sangat positif. Selain mengetahui bahaya api, pengetahuan tersebut nantinya juga bisa bermanfaat saat mereka dewasa.

“Jadi, pengetahuan ini tidak cuma dengan penjelasan saja, namun anak-anak juga bisa mempraktikan secara langsung cara memadamkan api yang benar dan tidak membahayakan,” tandasnya.