BORNEONEWS, Palangka Raya - Program pendidikan kejar (kelompok belajar) paket A hingga C cukup banyak dibuka di Kota Palangka Raya melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) maupun Taman Bacaan Masyarakat (TBM).

Namun, angka peserta didik dinilai belum maksimal, lantaran banyak orang tua masih malu memasukkan anaknya ke program pendidikan kesetaraan bagi masyarakat yang tak sempat atau putus sekolah formal tersebut. Kondisi demikian salah satunya terjadi di TBM Mendawai, di Jalan Mendawai, yang menjalankan program kejar paket B (setara SMP) dan C (setara SMA).

“Sebenarnya minat anak-anak untuk menjalani pendidikan kejar paket B dan C di sini cukup besar. Sayangnya, kebanyakan tidak terdorong dukungan orang tua,” terang Erna Suryani, Kepala TBM Mendawai, kemarin, di Palangka Raya.

Dijelaskannya, enggannya para orang tua mendorong anak-anaknya mengikuti pendidikan kejar paket B dan C karena mereka malu. Sebab, dulunya para orang tua tak sempat menyekolahkan anak-anaknya karena berbagai alasan, terutama faktor ketidakmampuan ekonomi keluarga.

Untuk menyikapi kondisi demikian, jajaran tutor (pendidik) di TBM Mendawai aktif melakukan pendekatan kepada para warga yang anak-anaknya tak sempat sekolah atau putus sekolah dini. Harapannya agar para orangtua mengijinkan dan mendukung anaknya mengikuti program kejar paket B dan C.

Upaya tersebut cukup efektif meningkatkan peserta didik setiap tahunnya, kendati pun beberapa dari peserta didik tersebut hanya aktif di paruh akhir proses pembelajaran, khususnya mendekati dan pada saat ujian persamaan saja.

Saat ini, kata Erna, peserta didik di TBM Mendawai mencapai 77 orang, yang terdiri dari 35 peserta didik program kejar paket B, dan 42 orang untuk kejar paket C. Mereka mengikuti pelajaran dengan jadwal tiga hari dalam sepekan, yakni Kamis, Jumat, dan Sabtu, dibawah bimbingan empat orang tutor. (sar/P2)