BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah berencana mengembangkan SMK rujukan di daerah setempat. SMK rujukan itu akan dikembangkan dari SMK-SMK unggulan yang ada.

Namun untuk menjadi SMK rujukan ada sejumlah syarat yang wajib dipenuhi. Menurut Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah Gajali Rahman, setidaknya ada enam komponen pengembangan SMK rujukan. Antara lain, layanan, manajemen, proses pembelajaran, sarana/prasarana, lulusan, dan sebagai pusat belajar.

Selain itu, secara umum kriteria yang harus dipenuhi oleh SMK rujukan adalah jumlah siswa lebih dari 1.000 orang, guru produktif mengajar lebih dari 75 orang, memiliki jaringan kerja sama industri lebih dari 100 industri, memiliki fasilitas sarana dasar yang baik.

Hal lainnya dalam pengembangan SMK rujukan sesuai kriteria Kemendikbud, di antaranya kinerja baik dalam bidang kebekerjaan lulusan dan nilai UN, siswa yang berkarater baik, memiliki tiga sampai empat SMK aliansi, serta menguasai dua bahasa asing dalam pengantar pembelajaran.

“Berbagai ketentuan ini sedang kami pelajari dan evaluasi terhadap sejumlah SMK unggulan di kabupaten/kota. Hasilnya akan menjadi acuan kami untuk mengajukan kepada pemerintah pusat,” kata Gajali.

Gajali mengatakan, pengembangan SMK rujukan merupakan suatu keharusan dalam menghadapi era globalisasi dan perdagangan bebas saat ini. Karena era globalisasi yang ditandai dengan persaingan yang sangat ketat dalam bidang teknologi, dan manajemen membutuhkan sumber daya manusia yang handal dan berkualitas.

“Pengembangan SMK rujukan adalah untuk menjamin keterserapan lulusan pada lapangan kerja yang relevan, baik di dalam maupun di luar negeri, sehingga mampu mengembangkan usaha secara mandiri,” demikian Gajali. (DEWI KENCANA WATY)