BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Terkadang terdapat situasi yang menyebabkan fotografer tidak punya banyak pilihan untuk setting shutter speed dan aperture. Hal ini bisa lantaran lensa yang digunakan serta objek foto yang bergerak.

"Bila kombinasi aperture dan shutter speed dirasa masih kurang cukup untuk mendapatkan cahaya, jangan takut untuk menaikkan ISO atau kepekaan sensor kamera terhadap cahaya," ujar Wira, penggemar fotografi di Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar)

Meski begitu, lanjutnya, jangan takut resiko munculnya noise akibat naiknya ISO. "Noise bisa dikurangi dengan bantuan software. Namun bila foto blur akibat getaran tangan kita atau foto yang terlalu gelap tentunya sulit untuk diedit," jelasnya.

Dengan meningkatkan ISO, maka pemilihan shuter speed bisa lebih dipercepat melebihi fokal length lensa. "Misalnya lensa kita memiliki fokal length 50 mm maka shutter speed bisa diatur sama atau melebihi nilai fokal length tersebut. Kadang ISO dinaikkan hingga 6400 untuk mendapatkan gambar yang tetap terang," jelasnya.

Kemudian bila kondisi cahaya sudah sangat gelap, maka penggunaan aksesori seperti lampu kilat atau blitz bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan foto. (WAHYU KRIDA/B-2)