BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah pada tahun ini menargetkan akses pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) dan sarana lembaga pendidikan di kabupaten/kota akan meningkat.

Kepala Bidang Sekolah Luar Biasa (SLB), Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Felix Bertho mengatakan, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah memberikan jaminan sepenuhnya kepada peserta didik berkebutuhan khusus untuk memperoleh layanan pendidikan yang bermutu.

“Siswa berkebutuhan khusus memerlukan dukungan untuk mendapatkan akses pendidikan bermutu, terutama mereka yang berdomisili di pedesaan. Makanya diperlukan alternatif sistem pendidikan untuk memberi peluang bagi penyandang disabilitas,” jelas dia, kemarin, di Palangka Raya.

Felix mengakui, program pendidikan khusus di kabupaten/kota di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah belum sepenuhnya bisa dijangkau oleh seluruh ABK yang ada. Hal itu menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah untuk meningkatkan akses dengan berbagai layanan bagi masyarakat.

Pasalnya, ABK juga mempunyai hak yang sama dengan anak normal lainnya dalam mengakses pendidikan, meski dengan kekhususannya ABK memerlukan penanganan khusus. Untuk itulah, selain metode sekolah inklusif, ABK juga bisa mengakses tempat pelayanan pendidikan lainnya.

“Kami berharap dengan target ini, maka kesadaran masyarakat untuk peduli terhadap pendidikan ABK semakin meningkat. Kami juga berharap dukungan semua pihak agar permasalahan ABK dapat tertangani secara maksimal,” demikian Felix. (DEWI KENCANA WATY)